Sabtu, 08 Januari 2011

Nurdin Dan Gayus Nonton Pembukaan LPI ??



SOLO - Nurdin Halid dan Gayus Halomoan Tambunan ternyata turut menyaksikan laga pembuka Liga Primer Indonesia (LPI). Laga yang menyajikan laga antara Solo FC dan Persema Malang itu berlangsung di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1/2011).

Namun, kedua orang yang belakangan penuh kontroversi tersebut hadir dalam bentuk sindiran para suporter. Ya, suporter selalu punya cara tersendiri untuk memberi dukungan atau malah menyindir. 

Sindiran kali ini berupa poster Gayus Tambunan dan Nurdin Halid berkibar di Stadion Manahan, Solo, pada laga perdana Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu (8/1/2011). Poster itu diacungkan para suporter.

Mereka mengacung-acungkan poster kedua tokoh itu sebagai bentuk protes. Gayus sebagai pegawai Dirjen Pajak dianggap sebagai potret buruknya korupsi di Indonesia.

Sementara Nurdin dianggap gagal memimpin PSSI dan suporter bahkan beberapa kali meneriakkan tuntutan agar dia turun dari jabatannya.


TRIBUNNEWS.COM,

Wenger Terbaik Versi IFFHS





Wenger terpilih menjadi pelatih terbaik dalam dekade ini, sesuai dengan kriteria Institut sejarah sepak bola dan statistik (IFFHS).

Wenger menang dengan 156 suara, delapan lebih dari tempat kedua Alex Ferguson (Manchester United) dan 23 point dari rempat ketiga Jose Mourinho (sekarang pelatih dari Real Madrid). Parameter yang diambil untuk menentukan pelatih terbaik Untuk masing-masing sepuluh tahun terakhir diseluruh dunia.

Pemilihan ini melibatkan 50 buah negara dan tak terbatas pelatih klub saja tetapi juga pelatih timnas.


Berikut daftar seleksi perolehan point berdasarkan IFFHS:


1. Arsene Wenger - Perancis 156
2. Sir Alex Ferguson - Skotlandia 148
3. José Mourinho - Portugal 135
4. Fabio Capello - Italia 120
5. Guus Hiddink - Belanda 112
6. Carlo Ancelotti - Italia 108
7. Luiz Felipe Scolari - Brasil 101

7. Marcelo Bielsa - Argentina 101
9. Rafael Benítez - Spanyol 97
10. Madrid Italia - 88
11. Vicente del Bosque - Spanyol 85
12. Frank Rijkaard - Belanda 80
13. Sven-Göran Eriksson - Swedia 79
14. Karel Brückner - Ceko 76
15. Carlos Alberto Parreira - Brasil 65

15. Ottmar Hitzfeld - Jerman 65
17. Carlos Caetano Bledorn Verri "dunga" - Brasil 62
18. Otto Rehhagel - Jerman 61
19. Joachim Löw - Jerman 58
20. Carlos Bianchi -Argentina 53...

LPI Tantang PSSI di Pengadilan

JAKARTA - Pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) menantang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memidanakan LPI terkait pendirian dan penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarklub.

"Silakan saja (mengajukan, Red) pengaduan pidana. Tapi, kami sudah ajukan ke berwajib. Kami tidak mengerti pasalnya mana yang mau digunakan. Kami siap menghadapi itu," ujar General Manager LPI, Arya Abhiseka, saat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/1/2011).
Dengan mengantungi izin dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan restu Menpora Andi Mallarangeng, Arya merasa LPI cukup sah untuk menggelar kompetisi. Apalagi, pihak kepolisian juga telah bersedia memberikan izin keramaian untuk seluruh laga di musim ini.

Sebagaimana diberitakan, pengusaha Arifin Panigoro dengan perusahaan PT Medco-nya menggagas pembentukan LPI sebagai kompetisi tandingan dari Liga Super Indonesia. PSSI sebagai badan resmi sepakbola tanah air geram dan menyebut pembentukan dan kompetisi sepakbola antarklub di bawah naungan LPI adalah ilegal.

Dasar hukum yang dipakai PSSI adalah Pasal 51 ayat 2, UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, bahwa setiap penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan.

Mengenai landasan hukum yang dipegang PSSI tersebut, BOPI sebagai badan olahraga profesional memihak ke LPI dan menyebut tidak melanggar hukum.

Landasan hukum yang dipakai BOPI (dan pemerintah) adalah Pasal 37 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Dalam Pasal 37 ayat (1) disebutkan, Menteri bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan serta pengawasan dan pengendalian olahraga profesional.

Di pasal yang sama di ayat (2) tertulis, Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri dibantu oleh Badan Olahraga Profesional pada tingkat nasional.

Aturan lain yang juga dipakai BOPI adalah UU No. 2 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 13 ayat (1) yang berbunyi: Pemerintah mempunyai wewenang untuk mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan dan mengawasi penyelenggarakan keolahragaan secara nasional.

Pasal 36 ayat 3 menyebutkan, Pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan dan kemudahan kepada induk organisasi cabang olahraga, induk organisasi olahraga fungsional, dan/atau organisasi olahraga profesional untuk terciptanya prestasi olahraga, lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

500 Seniman Solo Tidur Di Stadion Demi LPI


SOLO - Datang menggunakan sembilan bus angkutan berisi 500 artis (seniman) tari dan  musik, Endah Pertiwi, Sekretaris Club Topeng Ireng, Magelang, mewakili rombongan mengaku tidur di Stadion Manahan Solo hingga acara pembukaan Liga Primer Indonesia (LPI) resmi dibuka, Sabtu, (8/1/2011).

"Berangkat dari Magelang sekitar pukul 16.00 WIB. Kami bersama rombongan berangkat dari ke Manahan," kata Endah ditemui Tribun di Stadion Manahan, Jumat, (7/1/2011), malam.

Mengenakan jumper warna hijau, Endah tampak mengawasi rombongan yang sedang gladi resik di pinggir lapangan. Ratusan orang itu sedang membentuk formasi melingkar sepanjang arena lari Stadion.

Di sisi sebelah kiri Endah berdiri, alat tabuh gendang dan tumpukan topeng ireng berderet di tepi rumput lapangan sebelah podium utama.
"Kami tidur di sini karena memang tidak ada tempat yang muat menampung orang segini banyak,"jelasnya.

Di depan Endah yang berdiri di sebelah lima perempuan di bangku tempat pemain sepakbola. Sebanyak 100 pemain musik sedang menyiapkan intrumen di panggung.

"Pemain topeng ireng berjumlah 400 orang, sedang 100 orang pemain musik pengiring, semua dari Magelang,"terangnya.

Di sela gladi bersih yang dilakukan Tim Topeng Ireng, suara koreografer panitia terdengar memberikan perintah untuk melakukan gerakan melingkar. Tiga orang lelaki sibuk bergerak ke sana ke mari mengatur gerakan penari agar sesuai keinginan.

"Gerakan tetap seperti rencana kemarin, isi ruang kosong yang belum terisi" kata Handoyo, satu dari 3 koreografer.

Gerak gemulai tarian ditambah tabuhan alat musik membuat gerakan tari terlihat menarik. Sesaat musik berhenti kemudian terdengar teriakan suara keras.

"LPI yesssss....Solo Yessss, LPI yesssss...Solo Yessssss," teriak ratusan penari bergemuruh di Stadion Manahan.
Sumber : Tribun Jogja

Menpora : Jangan Takut, LPI Legal..!!


JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng memastikan bahwa liga sepak bola profesional, Liga Primer Indonesia (LPI), merupakan kompetisi legal. 


Pernyataan Andi ini sekaligus mematahkan pernyataan sejumlah elite PSSI yang menyebut LPI sebagai kompetisi liar dan ilegal. PSSI merasa sebagai satu-satunya organisasi yang berhak menyelenggarakan kompetisi sepak bola di Tanah Air.
Kalau ada orang mau main bola tidak minta uang pada pemerintah, tidak minta uang pada PSSI, masak mau dilarang?
-- Andi Mallarangeng
Dikatakan Andi, sesuai undang-undang (UU), siapa pun berhak menyelenggarakan kompetisi olahraga profesional. Ada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang mengatur perizinan dan tak perlu "restu" induk organisasi olahraga.

"PSSI itu menyangkut hal yang sifatnya amatir, kalau profesional, melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia atau BOPI. Yang bertanggung jawab terhadap olahraga profesional adalah Menpora dibantu BOPI," ujar Andi dalam diskusi Polemik Trijaya "Meneropong Indonesia 2011", di Jakarta, Sabtu (8/1/2011).

Selain itu, ada pula Peraturan Menpora yang memberikan kewenangan kepada BOPI untuk mengeluarkan izin penyelenggaraan olahraga profesional. Namun, diakuinya, selama ini BOPI belum berfungsi maksimal.

"Pada intinya, ISL dan LPI adalah anak bangsa. Kalau ada orang mau main bola tidak minta uang pada pemerintah, tidak minta uang pada PSSI, masak mau dilarang?" tegas mantan juru bicara Presiden SBY ini.

Andi juga memastikan, Indonesia tidak akan mendapatkan sanksi dari FIFA akibat pelaksanaan LPI. Indonesia hanya merujuk pada peraturan dalam negeri. "Bukan aturan orang lain. Kita merujuk pada UU atau peraturan pemerintah atau peraturan menteri," kata Andi.

Selamat Datang LPI !!



Alhamdulillah, Liga Primer Indonesia mulai bergulir Sabtu (8/1) ini di Solo dan mempertemukan tuan rumah Solo FC melawan Persema Malang. Liga yang diikuti 19 klub ini akan menjadi kompetisi alternatif yang bertujuan menyuguhkan pertandingan sportif, bermutu, bebas pengaturan skor, aman, dan tidak rusuh.

Liga Primer Indonesia (LPI) sudah disiapkan selama berbulan-bulan melalui studi kelayakan yang mendalam, baik dari segi komersial maupun manajemen penyelenggaraannya. Tak banyak penggiat sepak bola yang berani memulai pekerjaan besar penuh tantangan yang melibatkan ruang, waktu, tenaga, dan dana berskala raksasa ini.

Insya Allah kelak terbukti satu musim kompetisi LPI bisa memutar dana empat kali lebih besar sampai sekitar Rp 2 triliun. Potensi penonton sepak bola di negeri ini bisa melebihi kompetisi di Eropa, seperti Liga Inggris atau Liga Italia.

Dukungan terhadap LPI terbukti pula lewat keterlibatan sponsor dan stasiun televisi asing, Star Sports, dan lokal, Indosiar. Hampir 100 persen media massa nasional ataupun lokal tertarik memberitakan hal ihwal mengenai LPI.

Pemerintah, sejak Kongres Malang tahun lalu, juga memberikan dukungan terhadap reformasi PSSI melalui keberadaan LPI. Begitu pula berbagai kalangan aktivis sepak bola nasional dan daerah siap ambil bagian, antara lain terwujud lewat pembentukan 19 klub LPI.

Jauh lebih penting lagi adalah dukungan masyarakat, khususnya penggemar sepak bola. Animo penggemar belakangan ini meningkat, antara lain tampak dari kehadiran puluhan ribu penonton sejak Piala Asia 2007 sampai AFF baru-baru ini.

Tak ada resep rahasia untuk membentuk timnas yang andal kecuali kompetisi, kompetisi, dan kompetisi. Namun, kompetisi yang bagaimana, itulah pertanyaan pokoknya.

Kompetisi yang bersih, itulah yang ingin dicoba LPI. Sebab, kompetisi selama beberapa tahun belakangan ini keburu kotor.

Aneh jika kompetisi yang kotor tetap dipertahankan, sementara yang mau bersih malah dicurigai. Itulah keganjilan yang kita saksikan beberapa hari terakhir ini.

Anda, saya, siapa pun boleh menyelenggarakan kompetisi karena itu adalah hak setiap warga negara. Larangan memutar kompetisi sungguh aturan yang keliru.

Tak ada ketentuan melarang setiap pemain, termasuk dua pemain Persema, Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan, bergabung dengan timnas.

Setiap pemain yang memenuhi persyaratan berhak diseleksi untuk memperkuat timnas dari kompetisi mana pun dia berasal, baik dari liga profesional, amatir, maupun mahasiswa.

Terlebih lagi lambang Garuda dan bendera Merah Putih yang terpampang di kostum pemain menyimbolkan, timnas mewakili bangsa dan negara, bukan PSSI semata-mata. Secara moral, timnas milik masyarakat, PSSI hanya organisasi yang mengelola.

Acungan jempol layak ditujukan kepada Arifin Panigoro, penggiat yang telah lama berkecimpung dalam kompetisi Liga Medco yang bertujuan mencari bakat-bakat remaja kita. Keliru besar jika mengait-ngaitkan aktivitas Arifin Panigoro dengan ambisi politik murahan memanfaatkan sepak bola hanya untuk ajang pencitraan atau bisnis belaka.

Kegalauan Arifin Panigoro, yang prihatin dengan karut-marut persepakbolaan nasional, tidak jauh berbeda dengan kegalauan kita semua. Ia berupaya membuktikan, jika dikelola secara profesional, sepak bola kita tidak jauh ketinggalan dari negara-negara Asia Tenggara.

Justru karena prestasi yang amat terpuruk itulah muncul gagasan memutar kompetisi LPI. Selama kepemimpinan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, yang berlangsung sejak 2003, tak satu pun gelar juara tingkat regional berhasil direbut timnas.

Satu-satunya gelar juara diperoleh melalui sebuah turnamen yang sifatnya hanya undangan kepada timnas-timnas asing berlaga di Piala Kemerdekaan 2008. Gelar juara kita kontroversial karena direbut melalui cara-cara kurang sportif. Di babak pertama final, kita ketinggalan dari Libya 0-1. Saat jeda, salah seorang ofisial kita memukul Pelatih Libya. Mereka walkout tak melanjutkan pertandingan dan, simsalabim, kita menjadi juara tanpa menyelesaikan babak kedua partai final.

Fakta obyektif bahwa Nurdin Halid gagal mempersembahkan gelar juara sudah mencukupi untuk menjatuhkan vonis bahwa ia kurang layak lagi memimpin PSSI. Nurdin bukan Kardono yang meloloskan timnas ke juara subgrup penyisihan Piala Dunia 1986 dan semifinal Asian Games 1986, juga bukan Azwar Anas yang membawa timnas juara SEA Games 1991.

Sudah jadi rahasia umum kompetisi selama delapan tahun terakhir kurang bermutu, kurang sportif, dan kurang aman. Keputusan PSSI menghukum klub, wasit, atau pemain kurang konsisten karena sering diralat sendiri demi kepentingan kurang jelas.

Akibatnya, prestasi timnas terpuruk karena kita sudah dikalahkan negara-negara mini, seperti Laos atau Timor Timur. Sampai kapan kita harus hidup dengan prestasi timnas yang memprihatinkan ini?
LPI merupakan momentum dan era baru sepak bola nasional kita yang mesti dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi timnas. Tentu tidak mudah dan juga tak ada jalan pintas atau instan dalam sepak bola, kecuali kompetisi.

Jangan menghalangi niat tulus dan cita-cita luhur kita, pencinta sepak bola, untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Kita sudah melangkah dengan kaki kanan dan mari ucapkan ”Selamat datang LPI”!

Oleh Budiarto Shambazy

LPI : Jika Laporkan FIFA , PSSI Bunuh Diri

SOLO — Pengamat sepak bola Tondo Widodo mengatakan, FIFA tidak memiliki wewenang memberikan sanksi kepada Liga Primer Indonesia (LPI). Sebab, menurutnya, LPI hanya bisa dikenakan sanksi oleh PSSI.

"LPI tidak bisa dihukum oleh FIFA. Badan tersebut hanya bisa menegur PSSI supaya menghukum LPI. Hal tersebut sudah mereka lakukan,' kata Tondo, yang juga mantan pengurus PSSI, di Solo Sabtu (8/1/2011).

Diberitakan sebelumnya, Direktur Asosiasi Pengembangan FIFA Thierry Regenass mengancam memberikan sanksi kepada LPI jika kompetisi tersebut jadi bergulir. Mereka beralasan LPI bukan agenda resmi dari PSSI.

Tondo menilai FIFA sebagai federasi tertinggi olahraga sepakbola tidak bisa memberikan sanksi kepada LPI. Bahkan, ujar Tondo, Presiden FIFA Sepp Blatter pun tidak bisa menghukum LPI.

Meski demikian, menurut Tondo, LPI justru akan memiliki keuntungan jika nantinya FIFA sampai memanggil PSSI.  "Nantinya, FIFA bisa membuka borok yang selama ini dimiliki persepakbolaan di Indonesia. Bukan tidak mungkin jika nantinya FIFA menyuruh Ketua Umum PSSI mundur karena dinilai tak bisa menangani permasalahan sepak bola di Indonesia,' ujarnya.

Nurdin Pernah Atur Skor Pertandingan


JAKARTA — Mantan pengurus PSSI Bidang Wasit, IGK Manila, mengatakan, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pernah mengatur sebuah pertandingan sepak bola dari penjara. Saat itu Nurdin meminta pergantian wasit di ajang PON Kalimantan Timur.

Kala itu, menurut Manila, berlangsung pertandingan final sepak bola Jawa Timur melawan Papua. Sepuluh menit sebelum pertandingan, Nurdin menelepon dirinya agar wasit segera diganti.

"Dalam 10 menit sebelum pertandingan dia (Nurdin) nelepon saya dari balik LP Salemba, minta wasit diganti. Alasannya, wasit yang memimpin pertandingan bermasalah saat Liga Indonesia PSM versus Persiwa Wamena, dan untuk menghindari rusuh," ujar Manila saat acara diskusi di kantor ICW, Jakarta, Sabtu (8/1/2011).

Manila menjelaskan dirinya saat itu menolaknya dengan alasan itu tidak benar dilakukan.
"Bapak kenapa minta ganti? Apa gara-gara Bapak orang Makassar dan wasitnya dulu pernah bermasalah dengan PSM? Itu tidak boleh Pak, saya tidak mau. Itu yang saya bilang," katanya.

Lebih jauh Manila menceritakan, saat itu Wakil Presiden Jusuf Kalla juga seharusnya hadir, tetapi tidak memenuhi undangan menonton pertandingan tersebut. "Saat itu, JK juga seharusnya hadir, tapi tidak datang," ungkapnya.

Manila menambahkan, Nurdin dan dirinya pernah berjanji agar tidak menceritakan pengaturan pertandingan yang dilakukan. Akan tetapi, karena Nurdin mulai macam-macam soal sepak bola, akhirnya Manila justru membuka aib tersebut.

"Saya sebenarnya diberi janji oleh Nurdin agar tidak ngomong soal ini, tapi sekarang dia macam-macam. Saya buka sekalian," katanya.

Seperti diketahui, saat PON berlangsung di Kaltim, kontingen Jawa Timur meraih emas di cabang sepak bola dengan mengalahkan Papua 1-0.














Sumber : tribunnews.com


Rabu, 05 Januari 2011

Hanya Desnam Yang Bisa Bikin Rield Ketawa



Jakarta - Bambang Pamungkas menilai Markus Horison 'gila', Yesayas Desnam penyayang, dan Oktovianus Maniani adalah Aaron Lennon-nya Indonesia. Bagaimana kesannya terhadap anggota timnas yang lain? 

Melalui situs pribadinya, www.bambangpamungkas20.com, pemain yang akrab disapa Bepe tersebut bercerita soal kesannya terhadap elemen timnas di Piala AFF 2010, baik pelatih maupun pemain. Dalam tulisan berjudul 'Mereka Dimata Saya' tersebut, striker 30 tahun itu berpendapat jika timnas di Piala AFF 2010 adalah salah satu tim yang mempunyai suasana terbaik selama dia menjadi pemain nasional. 

Menurut Bepe, semua pemain benar-benar bermain dan berusaha memberikan yang terbaik kepada pelatih, dan itu tercermin dari cara mereka bermain di lapangan. Tidak ada sosok bintang di timnas, yang ada hanyalah para pemain dalam sebuah tim.

Di antara seluruh pemain timnas, kesan Bepe terhadap Markus Horison, Yesayas Desnam, dan Oktovianus Maniani cukup menarik. Pemain Persija itu menilai Markus sebagai kiper tangguh yang punya kepribadian unik dan agak 'gila'.

"Ini adalah salah satu contoh kiper yang saya katakan agak-agak gila, kepribadiannya unik dan sangat susah ditebak. Salah satu kelebihannya adalah, selalu mampu tampil relax dalam setiap apapun pertandingan, termasuk ketika melawan tim sekelas Uruguay. Untuk saat ini, dia masih kiper terbaik di Indonesia menurut saya," tulis Bepe.

Sementara soal Desnam, eks penyerang Selangor FA ini sedikit berkisah.

"Pemain ini paling pendiam, akan tetapi sekali dia berbicara, maka semua akan dibuat tertawa terbahak-bahak dengan leluconnya. Suatu siang, dia meminta ijin kepada saya untuk berbicara di depan pemain saat makan siang, dan tentu saya mengijinkan. Saat itu dia meminta maaf kepada seluruh pemain, karena tanpa sadar telah melakukan wawancara dengan media, yang sebenarnya memang dilarang. Saat itu dia berkata ”Dalam wawancara tadi, saya bilang jika tim ini sangat harmonis, saling mendukung satu dengan yang lain dan tidak ada yang merasa menjadi pemain bintang." Kami pun terus memperhatikan dengan seksama. “Arghh,, tetapi saya lupa satu hal, dan karena itu saya minta maaf kepada kalian semua,” lanjut Yesayas. Seketika kami pun bertanya dengan antusias “Apa yang lupa Yesa..??”. Kemudian dengan santai dia pun menjawab “Arrggh,, saya lupa bilang ke wartawan tadi, kalau saya sayang kalian semua.” Seketika tawa kami pun pecah di sela-sela makan siang, dan dia adalah satu-satunya pemain yang mampu membuat Alfred tertawa hahahahaa," urai Bepe.

Top skorer di Piala Tiger 2002 ini juga memuji penampilan impresif Okto Maniani di Piala AFF lalu. Bepe bahkan menyebut Okto sebagai Aaron Lennon-nya Indonesia.

"Salah satu pemain yang paling menonjol di gelaran Piala AFF 2010. Kengototan dan tenaganya yang luar biasa, dapat menutupi kekurangannya dalam masalah ukuran badan. Menurut saya dia adalah Aaron Lennon versi Indonesia," demikian puji Bepe.

Untuk pelatih Alfred Riedl, Bepe juga punya penilaian tersendiri.

"Di mata saya Alfred bagaikan sebuah kulkas empat pintu. Dingin, kokoh, tegas, dan solid. Walau terkesan kaku akan tetapi Alfred mempunyai hati yang besar dan luas. Dia adalah sebuah pribadi yang sangat fair dalam menilai segala sesuatu. Filosofinya dalam bekerja adalah “Keras, tegas, namun penuh dengan cinta”. Walaupun dia selalu meletakkan saya di bangku cadangan selama AFF, akan tetapi tidak dapat saya pungkiri, jika dia adalah salah satu pelatih favorit saya," pujinya.

Adebayor Dan Kolo Toure Adu Jotos


Kolo Toure dan Emmanuel Adebayor/ Dok. SOCCER
Palang pintu Manchester City, Kolo Toure mengaku telah melupakan perkelahiannya dengan Emmanuel Adebayor saat sesi latihan Selasa (4/1). Toure dan Adebayor harus dipisahkan rekan-rekan setimnya setelah terlibat adu jotos.
Toure yang juga rekan setim Adebayor saat di Arsenal cenderung menganggap hal tersebut sebagai permasalahan kecil. Dia dan Adebayor memang sering terlibat perbedaan pendapat yang berujung perkelahian.
"Insiden itu pecah karena tekel keras. Kami berdua kehilangan kendali, tetapi dapat menenangkan diri secara cepat. Pemain lain dan manajer datang untuk memisahkan kami," jelas Toure kepada The Sun.
"Kejadian sudah dilupakan. Dengan Adebayor itu bukanlah pertama kali dan juga tidak akan menjadi yang terakhir. Di Arsenal kami juga sering begitu. Kami mengenal baik satu sama lain, mungkin terlalu baik. Kami harus membakar energi, itu tidak negatif," tambahnya.
Konflik seperti ini bukan hal baru bagi The Citizens. Sebelumnya, dua pemain City lainnya Jerome Boateng dan Mario Balotelli juga pernah terlibat perseteruan di sesi latihan tim.

Selasa, 04 Januari 2011

Twitter Liga Indonesia Ngamuk


Liga Super Indonesia
TEMPO InteraktifJakarta - Mundurnya beberapa klub sepakbola dari Liga Super Indonesia dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memunculkan beragam komentar. Apalagi klub yang mengundurkan diri tersebut memilih bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). PSSI pun melayangkan ancaman tak akan melibatkan pemain klub tersebut dalam seleksi tim nasional, serta ancaman sanksi lainnya.

Sikap PSSI tersebut memunculkan banyak protes. Bahkan sebelumnya, suara yang mengecam PSSI serta ketua umumnya, Nurdin Halid telah ramai terdengar. Nurdin dikecam karena dianggap tak memiliki prestasi selama kepemimpinannya di PSSI. Alih-alih mencetak prestasi, isu suap di tubuh PSSI justru santer terdengar.

Kecaman juga ramai dilontarkan di dunia maya. Menanggapi berbagai protes itu, malam ini, Selasa (4/1) akun @ligaindonesia, milik Liga Super Indonesia pun melakukan pembelaan diri. Akun yang memiliki 4.776 pengikut ini juga menegaskan bahwa mereka tak gentar atas mundurnya beberapa klub sepakbola seperti Persema dan PSM Makassar. "Kami tidak gentar!!!" tulisnya.

Pemegang akun ini juga mengatakan, "Jangan menyalahkan institusi hanya karena kesalahan seseorang." Pada kicauan selanjutnya, @ligaindonesia menulis, "Kami yakin masyarakat sepakbola indonesia bisa melihat dan menilai mana yang lebih baik."

Pembelaan lain yang dilontarkan pemegang akun @ligaindonesia ini adalah, "Kami dihina,dicerca,dipojokkan..tapi lihatlah permainan 22 pemain nasional pd piala AFF. Itu hasil didikan KOMPETISI kami!!camkan itu!!!"

Dituliskan pula, "Kami akan bertahan demi kemajuan sepakbola nasional..Bagi kami, MEREKA bukan ancaman sm sekali." Menutup pembelaannya, akun @ligaindonesia menulis, "Saatnya tersenyum."

Tapi pembelaan tersebut kebanyakan tetap ditanggapi negatif dari akun yang selama ini melakukan protes. Terlebih saat akun ini mengklaim permainan 22 anggota tim nasional yang diakui sebagai didikan kompetisi Liga Super Indonesia.

Sebelum-sebelumnya, akun ini hanya memberikan informasi perolehan skor sebuah pertandingan yang tengah digelar. Setelah sekian lama aksi protes marak di dunia maya, baru pada malam ini akun @ligaindonesia melontarkan jawaban dan pembelaan.

"Pemerintah vs PSSI" : LPI Legal atau Ilegal??

TEMPO InteraktifJakarta -  Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan pemerintah memperbolehkan adanya turnamen olahraga baru di cabang olahraga tertentu. "Tidak masalah, asalkan sudah terpenuhi kriteria layak-tidaknya turnamen itu dibuat," kata Andi saat ditemui seusai paparan program di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat kemarin.

Pernyataan Andi itu diungkapkan menyikapi pengaduan atas Liga Primer Indonesia (LPI) oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ke kepolisian. PSSI menilai pelaksanaan LPI menyalahi undang-undang.

Andi melanjutkan, rujukan pemerintah dalam pelaksanaan sebuah turnamen olahraga adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007. Peraturan tersebut mengatur ihwal penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga. "Peraturan tersebut juga mengatur soal penontonnya, penjualan tiketnya. Jadi, itu rujukannya, apakah sudah memenuhi syarat dan kriteria di situ atau belum," katanya.

Perseteruan antara LPI dan PSSI juga ia nilai bukan sesuatu yang seharusnya terjadi. "Kita bisa komunikasikan antarkeduanya, kita lakukan mediasi, jelaskan aturannya seperti apa," Andi menegaskan.

Terkait dengan undangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka Liga Primer Indonesia di Stadion Manahan, Solo, 8 Januari nanti, pihak Istana belum memberi kepastian jawaban. "Sampai saat ini belum ada permintaan atau permohonan kepada Bapak Presiden untuk menghadiri atau menyaksikan pertandingan liga yang dimaksud," ujar juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di kompleks Istana Kepresidenan kemarin.

Julian mengaku telah menanyakannya kepada Sekretariat Presiden, tapi belum ada kejelasan bahwa Yudhoyono bakal hadir. Ia juga tak bisa mengatakan apa respons Yudhoyono atas konflik antara Liga Primer Indonesia dan PSSI. "Karena memang Bapak Presiden belum dilapori soal adanya kisruh tersebut."

Ganjalan lain bagi Liga Primer datang dari kepolisian, yang hingga kini belum mengeluarkan izin. "Sepanjang ada konflik, kami tidak buru-buru memberi izin," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, dalam keterangannya di ruang Asisten Operasi Kepolisian Republik Indonesia.

Kepolisian mendasarkan keputusannya pada Pasal 51 Undang-Undang tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU No. 3 Tahun 2005). Disebutkan di situ bahwa, untuk olahraga yang mendatangkan banyak orang, harus ada izin organisasi induk. "Dalam kasus sepak bola, tentu organisasi induknya PSSI," kata Anton.

Polri masih menunggu adanya dialog, diskusi, dan perdamaian antara PSSI dan pengelola Liga Primer Indonesia, yang dimotori pengusaha Arifin Panigoro. Menurut Anton, kepolisian bersedia menjadi fasilitator perdamaian jika memang diminta oleh kedua belah pihak.

Manajer Umum Bidang Liga LPI, Arya Abhiseka, mengatakan tetap optimistis laga awal pada 8 Januari akan berjalan. “Kami tetap pada komitmen awal. Kompetisi harus jalan meski belum ada izin dari pihak kepolisian. Ini momok bersama. Ini pekerjaan rumah bersama,” katanya.

Arya mengaku belum memiliki rencana cadangan jika izin tetap tak bisa keluar. “Sisa empat hari ini akan diusahakan semaksimal mungkin karena peluang untuk memperoleh izin masih terbuka,” ucapnya. “Pak Arifin akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai jadwal.”

PSSI Panggil Irfan , Agar Irfan Tinggalkan LPI



JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Tim Nasional PSSI membantah bahwa pemanggilan Irfan Bachdim dalam seleksi tim nasional merupakan langkah akal-akalan agar pemain tersebut tidak bermain di Liga Primer Indonesia.

Sore ini Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) memanggil 84 nama pemain untuk mengikuti seleksi timnas yang dilakukan dalam tiga gelombang, yakni pada 6, 10, dan 14 Januari 2011. 




Irfan dan Kim Jeffrey Kurniawan, yang memutuskan tetap membela Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI), mengikuti seleksi pertama yang terdiri dari 33 pemain pada Kamis (6/1/2011) di Jakarta.

Selain kedua pemain itu, sejumlah pemain klub LPI juga ikut dalam seleksi. Di antaranya adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah dari Persebaya Surabaya, Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi dan Rachmat (PSM Makassar). 

Mereka semua mengikuti seleksi pertama sehingga terancam tidak bisa membela klub karena LPI akan bergulir pada Sabtu (8/1/2011). 

Seleksi tersebut direncanakan mulai bergulir pada 7 hingga 9 Januari.

"Mereka dipanggil karena LPI belum bergulir. Kompetisi itu juga belum teralisisasi," kata Deputi Teknis BTN, Iman Arif, saat dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (4/1/2011).

Iman membantah jika dikatakan keputusan itu merupakan akal-akalan PSSI agar pemain tersebut tidak tampil di LPI. "Tidak. Itu sesuai program timnas selama ini. Saya berharap mereka bisa datang seleksi.

Kalau mereka enggak datang, pasti akan dicoret. Nantinya, pemain yang lolos seleksi akan mengikuti pelatnas jangka panjang sehingga tidak diperkenankan membela klubnya. Gaji mereka ditanggung BTN," jelas Iman.

Ketiga seleksi tersebut dilakukan untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.

Nurdin Halid Masuk Media Inggris ??





Perhelatan AFF Suzuki Cup 2010 menyedot perhatian media massa mancanegara. Setelah Oktovianus Maniani yang mendapat perhatian dari John Duerden, kolumnisESPN, kini giliran Nurdin Halid.

Dalam artikelnya hari ini, suratkabar Guardian membuat pernyataan terbaik 2010, gaji, transfer dan pemimpin. Bagi Guardian, tokoh tahun ini adalah presiden FIFA Sepp Blatter.

Namun pada kategori pengurus terbaik 2010, Guardianmembuat semacam sindiran terhadap dua ketua umum federasi. Selain Nurdin, suratkabar ini juga mencantumkan nama Vlatko Markovic.

Pada November lalu, Markovic mengecam media massa kroasia yang menuduh dirinya telah melakukan kecurangan dalam pemilihan ketua federasi sepakbola Kroasia. Markovic pun akhirnya terpilih kembali sebagai ketua umum satu bulan kemudian.

Pemberian bonus kepada pemain Indonesia yang lolos ke final AFF Suzuki Cup 2010 juga turut menarik perhatian dari suratkabar tersebut.

“Ketua PSSI Nurdin Halid, yang dipenjara tahun 2008 karena kasus korupsi $18 juta kembali menjalankan tugasnya. Sorotan pekan lalu: Memberikan bonus $250 ribu kepada pemain dalam bentuk uang tunai yang dimasukkan ke dalam kardus. 'Mereka pantas mendapatkannya',” tulis suratkabar itu.

Kacang 2 Kelinci Jadi Sponsor Madrid


Dua Kelinci/Istimewa
Manajemen PT Dua Kelinci telah berhasi mencapai kesepakatan dengan klub besar Spanyol Real Madrid. 
Seperti diberitakan di situs resmi perusahaan, Dua Kelincikini menjadi sponsor resmi Real Madrid untuk kawasan Indonesia. Kerja sama ini akan terjalin selama dua tahun.
Perjanjian kerja sama Real Madrid dengan Dua Kelinci telah ditandatangani di Madrid, Agustus 2010 kemarin.Hadir pada acara itu Gestion de Derechos José Ángel Sánchez Periánez dan Manuel Redondo Sierra dari Madrid, dan Presiden Direktur PT. Dua Kelinci, Mr. Hadi Sutiono.
Setelah resmi menjadi sponsor Madrid untuk Indonesia, Dua Kelinciakan mulai mengadakan acara-acara yang berkenaan dengan sepak bola. Event  pertama yang akan digelar adalah Indonesia Menggiring Bola. Dalam akun twitter @duakelinci disebutkan acara ini akan diadakan di Jakarta 29 Januari, Bandung 27 Februari, Semarang 27 Maret, dan Surabaya 17 April.
Disebutkan pula eks bintang Real Madrid Luis Figo direncanakan hadir pada acara yang diadakan di Jakarta. Namun lantaran kesibukannya, Figo baru hadir pada 30 Januari, sehari setelah acara.

Mengapa LPI di Haramkan PSSI ??

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak semua pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) satu suara soal keberadaan pemain Liga Primer Indonesia dalam tim nasional Indonesia. Ada yang menolak, tapi ada juga yang tetap membuka pintu bagi pemain "haram" tersebut.

PSSI menutup pintu bagi pemain yang bermain bergabung di klub dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), salah satunya striker Persema Malang Irfan Bachdim. Otoritas sepak bola Indonesia itu menganggap mereka "haram" karena mengikuti kompetisi kompetisi liar di luar kompetisi resmi PSSI, yakni Indonesia Super League (ISL).

Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI, Syarifuddin Suding mengatakan, masih terdapat perbedaan pandangan di internal PSSI mengenai ketentuan yang mengikat pemain. "Di internal PSSI ada beberapa pandangan. Ada yang berpandangan, karena klub tidak diakui, maka pemain juga tidak diakui. Ada juga yang berpandangan, hanya klub saja yang tidak diakui, bukan pemain," kata Suding, yang juga anggota Komisi III DPR, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/1/2011).

Ia melanjutkan, kegiatan LPI merupakan kegiatan di luar agenda resmi PSSI. Terkait pemain, pihaknya baru akan menyusun aturan, apakah ketentuan yang mengikat klub juga mengikat para pemainnya. 

"Pemain belum diatur, (apakah) bisa masuk ke timnas atau tidak. Kami dari Komisi Disiplin baru mau mengagendakan dan rumuskan apakah pemain yang bermain di LPI ada larangan (bergabung di Timnas) atau tidak," jelasnya.

Secara pribadi, Suding berpandangan, jika berbicara kepentingan bangsa dan negara, siapa pun pemain seharusnya diberi kesempatan untuk membela tim nasional. "Minggu depan lah, status pemain akan kita rumuskan. Apakah dalam bentuk SK atau peraturan PSSI, kita lihat nanti," tambahnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPR yang juga penggemar sepak bola, Pramono Anung, mempertanyakan pernyataan elite PSSI, yang menyatakan pemain klub di LPI tidak boleh menjadi pemain timnas. Menurutnya, hal itu menunjukkan arogansi dan monopoli PSSI.

"Ini menunjukkan ada kesewenang-wenangan dari PSSI. Kalau mau prestasi sepak bola maju, tidak boleh ada diskriminasi. LPI kan mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat sebagai awal kemandirian dari sepak bola kita," tutur Pramono.

Sepanjang kompetisi bertujuan memajukan sepak bola Tanah Air, tambahnya, tidak seharusnya ada pengekangan. Justru, semakin banyak kompetisi dinilai Pramono akan mendorong atmosfer segar bagi dunia persepakbolaan Indonesia.

Polri Tak Izinkan LPI


JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini, kepolisian tak bisa memberikan izin kepada Liga Primer Indonesia atau LPI untuk menggelar pertandingan perdana yang dijadwalkan pada 8 Januari 2011. 

Pasalnya, menurut Polri, izin hanya dapat diberikan jika LPI mendapat persetujuan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia atau PSSI.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, sesuai Pasal 51 UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, setiap kegiatan olahraga yang mendatangkan banyak orang harus mendapatkan izin dari induk organisasi. "Sepak bola induknya PSSI. Jadi harus ada izin dari PSSI dulu," kata Anton di Mabes Polri, Selasa (4/1/2011).

Pernyataan Anton berbeda dengan pernyataan Kepala Bareskrim Polri Komjen Ito Sumardi yang menyebut Polri tidak melarang pertandingan LPI. Pernyataan itu disampaikan pagi tadi.

Dikatakan Anton, pihaknya berharap LPI menyelesaikan konflik dengan PSSI sebelum memulai liga. Pihaknya tidak akan memberi izin jika konflik itu belum diselesaikan. "Sepanjang ada konflik, kami  tidak buru-buru beri izin, nanti berbahaya. Polri tidak mau ambil risiko," kata dia.

Nurdin Halid Di Panggil KPK



JAKARTA — 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera menyurati Ketua Umum PSSI Nurdin Halid terkait dengan dugaan tindak pidana pemberian gratifikasi dalam pendistribusian sejumlah tiket putaran final Piala AFF 2010 kepada beberapa pejabat pemerintah.

Saat ini KPK tengah mengonsep surat yang akan dikirimkan kepada Nurdin.
Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/1/2011), menyatakan, tujuan pemanggilan itu untuk memintai informasi dari Nurdin seputar kebenaran dugaan gratifikasi itu.

"Meminta informasi. Bukan klarifikasi," kata Johan. Ia menambahkan, KPK belum dapat memastikan apakah terdapat unsur gratifikasi dalam pendistribusian sejumlah tiket dari PSSI ke sejumlah pejabat pemerintah itu.

Menurut dia, sebuah tindakan baru dapat dikatakan gratifikasi jika ada pemberian fasilitas dan hadiah serta lainnya kepada seorang pejabat pemerintah dalam lingkup tugasnya yang sudah melewati batas 30 hari tanpa adanya kesadaran pejabat yang bersangkutan memberitahukannya kepada KPK. (Tribunnews.com/Vanroy Pakpahan)

Chelsea Seri , Terry dan Drogba Berkelahi



LONDON, KOMPAS.com — Penyerang Didier Drogba dan bek John Terry, dilaporkan Guardian, berbantahan, menyusul hasil seri 3-3 yang diraih timnya, Chelsea, saat pertandingan Premier League melawan Aston Villa, Minggu (2/1/2011). Meski begitu, Manajer Chelsea Carlo Ancelotti mengatakan, suasana ruang ganti Chelsea tetap harmonis.

Melawan Villa, Chelsea sempat unggul 3-2 sampai menit ke-89. Namun, pada masa injury timemereka kecolongan gol Ciaran Clark. Akibat itu, Chelsea turun setingkat ke posisi kelima dengan 35 poin, atau kalah enam angka dari Manchester United di puncak klasemen.

Mengingat MU dan Chelsea masih akan bertemu dua kali, Pelatih Carlo Ancelotti mengaku optimistis, timnya mampu memangkas selisih dan kemudian melampaui MU.

"Semuanya baik-baik saja di ruang ganti. Kami kehilangan kepercayaan diri, tetapi tidak kehilangan mentalitas juara karena momen buruk kami berlangsung terlalu lama," ujar Ancelotti.