Sabtu, 08 Januari 2011

Nurdin Dan Gayus Nonton Pembukaan LPI ??



SOLO - Nurdin Halid dan Gayus Halomoan Tambunan ternyata turut menyaksikan laga pembuka Liga Primer Indonesia (LPI). Laga yang menyajikan laga antara Solo FC dan Persema Malang itu berlangsung di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1/2011).

Namun, kedua orang yang belakangan penuh kontroversi tersebut hadir dalam bentuk sindiran para suporter. Ya, suporter selalu punya cara tersendiri untuk memberi dukungan atau malah menyindir. 

Sindiran kali ini berupa poster Gayus Tambunan dan Nurdin Halid berkibar di Stadion Manahan, Solo, pada laga perdana Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu (8/1/2011). Poster itu diacungkan para suporter.

Mereka mengacung-acungkan poster kedua tokoh itu sebagai bentuk protes. Gayus sebagai pegawai Dirjen Pajak dianggap sebagai potret buruknya korupsi di Indonesia.

Sementara Nurdin dianggap gagal memimpin PSSI dan suporter bahkan beberapa kali meneriakkan tuntutan agar dia turun dari jabatannya.


TRIBUNNEWS.COM,

Wenger Terbaik Versi IFFHS





Wenger terpilih menjadi pelatih terbaik dalam dekade ini, sesuai dengan kriteria Institut sejarah sepak bola dan statistik (IFFHS).

Wenger menang dengan 156 suara, delapan lebih dari tempat kedua Alex Ferguson (Manchester United) dan 23 point dari rempat ketiga Jose Mourinho (sekarang pelatih dari Real Madrid). Parameter yang diambil untuk menentukan pelatih terbaik Untuk masing-masing sepuluh tahun terakhir diseluruh dunia.

Pemilihan ini melibatkan 50 buah negara dan tak terbatas pelatih klub saja tetapi juga pelatih timnas.


Berikut daftar seleksi perolehan point berdasarkan IFFHS:


1. Arsene Wenger - Perancis 156
2. Sir Alex Ferguson - Skotlandia 148
3. José Mourinho - Portugal 135
4. Fabio Capello - Italia 120
5. Guus Hiddink - Belanda 112
6. Carlo Ancelotti - Italia 108
7. Luiz Felipe Scolari - Brasil 101

7. Marcelo Bielsa - Argentina 101
9. Rafael Benítez - Spanyol 97
10. Madrid Italia - 88
11. Vicente del Bosque - Spanyol 85
12. Frank Rijkaard - Belanda 80
13. Sven-Göran Eriksson - Swedia 79
14. Karel Brückner - Ceko 76
15. Carlos Alberto Parreira - Brasil 65

15. Ottmar Hitzfeld - Jerman 65
17. Carlos Caetano Bledorn Verri "dunga" - Brasil 62
18. Otto Rehhagel - Jerman 61
19. Joachim Löw - Jerman 58
20. Carlos Bianchi -Argentina 53...

LPI Tantang PSSI di Pengadilan

JAKARTA - Pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) menantang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memidanakan LPI terkait pendirian dan penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarklub.

"Silakan saja (mengajukan, Red) pengaduan pidana. Tapi, kami sudah ajukan ke berwajib. Kami tidak mengerti pasalnya mana yang mau digunakan. Kami siap menghadapi itu," ujar General Manager LPI, Arya Abhiseka, saat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/1/2011).
Dengan mengantungi izin dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan restu Menpora Andi Mallarangeng, Arya merasa LPI cukup sah untuk menggelar kompetisi. Apalagi, pihak kepolisian juga telah bersedia memberikan izin keramaian untuk seluruh laga di musim ini.

Sebagaimana diberitakan, pengusaha Arifin Panigoro dengan perusahaan PT Medco-nya menggagas pembentukan LPI sebagai kompetisi tandingan dari Liga Super Indonesia. PSSI sebagai badan resmi sepakbola tanah air geram dan menyebut pembentukan dan kompetisi sepakbola antarklub di bawah naungan LPI adalah ilegal.

Dasar hukum yang dipakai PSSI adalah Pasal 51 ayat 2, UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, bahwa setiap penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan.

Mengenai landasan hukum yang dipegang PSSI tersebut, BOPI sebagai badan olahraga profesional memihak ke LPI dan menyebut tidak melanggar hukum.

Landasan hukum yang dipakai BOPI (dan pemerintah) adalah Pasal 37 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Dalam Pasal 37 ayat (1) disebutkan, Menteri bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan serta pengawasan dan pengendalian olahraga profesional.

Di pasal yang sama di ayat (2) tertulis, Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri dibantu oleh Badan Olahraga Profesional pada tingkat nasional.

Aturan lain yang juga dipakai BOPI adalah UU No. 2 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 13 ayat (1) yang berbunyi: Pemerintah mempunyai wewenang untuk mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan dan mengawasi penyelenggarakan keolahragaan secara nasional.

Pasal 36 ayat 3 menyebutkan, Pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan dan kemudahan kepada induk organisasi cabang olahraga, induk organisasi olahraga fungsional, dan/atau organisasi olahraga profesional untuk terciptanya prestasi olahraga, lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

500 Seniman Solo Tidur Di Stadion Demi LPI


SOLO - Datang menggunakan sembilan bus angkutan berisi 500 artis (seniman) tari dan  musik, Endah Pertiwi, Sekretaris Club Topeng Ireng, Magelang, mewakili rombongan mengaku tidur di Stadion Manahan Solo hingga acara pembukaan Liga Primer Indonesia (LPI) resmi dibuka, Sabtu, (8/1/2011).

"Berangkat dari Magelang sekitar pukul 16.00 WIB. Kami bersama rombongan berangkat dari ke Manahan," kata Endah ditemui Tribun di Stadion Manahan, Jumat, (7/1/2011), malam.

Mengenakan jumper warna hijau, Endah tampak mengawasi rombongan yang sedang gladi resik di pinggir lapangan. Ratusan orang itu sedang membentuk formasi melingkar sepanjang arena lari Stadion.

Di sisi sebelah kiri Endah berdiri, alat tabuh gendang dan tumpukan topeng ireng berderet di tepi rumput lapangan sebelah podium utama.
"Kami tidur di sini karena memang tidak ada tempat yang muat menampung orang segini banyak,"jelasnya.

Di depan Endah yang berdiri di sebelah lima perempuan di bangku tempat pemain sepakbola. Sebanyak 100 pemain musik sedang menyiapkan intrumen di panggung.

"Pemain topeng ireng berjumlah 400 orang, sedang 100 orang pemain musik pengiring, semua dari Magelang,"terangnya.

Di sela gladi bersih yang dilakukan Tim Topeng Ireng, suara koreografer panitia terdengar memberikan perintah untuk melakukan gerakan melingkar. Tiga orang lelaki sibuk bergerak ke sana ke mari mengatur gerakan penari agar sesuai keinginan.

"Gerakan tetap seperti rencana kemarin, isi ruang kosong yang belum terisi" kata Handoyo, satu dari 3 koreografer.

Gerak gemulai tarian ditambah tabuhan alat musik membuat gerakan tari terlihat menarik. Sesaat musik berhenti kemudian terdengar teriakan suara keras.

"LPI yesssss....Solo Yessss, LPI yesssss...Solo Yessssss," teriak ratusan penari bergemuruh di Stadion Manahan.
Sumber : Tribun Jogja

Menpora : Jangan Takut, LPI Legal..!!


JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng memastikan bahwa liga sepak bola profesional, Liga Primer Indonesia (LPI), merupakan kompetisi legal. 


Pernyataan Andi ini sekaligus mematahkan pernyataan sejumlah elite PSSI yang menyebut LPI sebagai kompetisi liar dan ilegal. PSSI merasa sebagai satu-satunya organisasi yang berhak menyelenggarakan kompetisi sepak bola di Tanah Air.
Kalau ada orang mau main bola tidak minta uang pada pemerintah, tidak minta uang pada PSSI, masak mau dilarang?
-- Andi Mallarangeng
Dikatakan Andi, sesuai undang-undang (UU), siapa pun berhak menyelenggarakan kompetisi olahraga profesional. Ada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang mengatur perizinan dan tak perlu "restu" induk organisasi olahraga.

"PSSI itu menyangkut hal yang sifatnya amatir, kalau profesional, melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia atau BOPI. Yang bertanggung jawab terhadap olahraga profesional adalah Menpora dibantu BOPI," ujar Andi dalam diskusi Polemik Trijaya "Meneropong Indonesia 2011", di Jakarta, Sabtu (8/1/2011).

Selain itu, ada pula Peraturan Menpora yang memberikan kewenangan kepada BOPI untuk mengeluarkan izin penyelenggaraan olahraga profesional. Namun, diakuinya, selama ini BOPI belum berfungsi maksimal.

"Pada intinya, ISL dan LPI adalah anak bangsa. Kalau ada orang mau main bola tidak minta uang pada pemerintah, tidak minta uang pada PSSI, masak mau dilarang?" tegas mantan juru bicara Presiden SBY ini.

Andi juga memastikan, Indonesia tidak akan mendapatkan sanksi dari FIFA akibat pelaksanaan LPI. Indonesia hanya merujuk pada peraturan dalam negeri. "Bukan aturan orang lain. Kita merujuk pada UU atau peraturan pemerintah atau peraturan menteri," kata Andi.